Selasa, 27 September 2011

Tips pengambilan SKS pada jurusan Teknik Industri UI

Halo Teman – teman pembaca blog ku!!!!
Khususnya Teman - Teman Teknik Industri Universitas Indonesia dimanapun kalian berada
Terus Terang ini pengalaman pertama saya dalam membuat blog, So…jika ada tulisan, kalimat atau kata yang tidak berkenan harap dimaklumi ^_^ dan juga mohon saran dan kritikan membangunnya. Mohon Maaf juga apabila bahasa yang saya tuturkan terkesan “Kaku”.
Karena ini pertama kalinya saya menulis blog, ada baiknya saya memperkenalkan disri saya terlebih dahulu. Sesuai kata pepatah “ Tak Kenal maka tak saying “ ( halah…^_^)

Nama Lengkap Saya Aridian Dwi Nugroho, saya biasa dipanggil Aryo saya kuliah Di Universitas Indonesia Jurusan Teknik Industri ( Ekstensi 2010 ), untuk selanjutnya bisa dibaca di profil saya.

Langsung saja saya bawa teman – teman ke Topik yang akan saya sampaikan khususnya untuk teman – teman Teknik Industri UI yang masih kuliah pada saat ini dan yang lebih khusus lagi untuk teman – teman Teknik Industri yang baru mulai menjajaki masa – masa kuliah.

Dalam pemilihan SKS yang akan diambil disetiap semester terutama semester ganjil, kadang kita sering mendapatkan kendala dalam penyetujuan IRS oleh PA ( Pembimbing Akademis ) tentang SKS yang akan diambil, Khususnya ketika kita ingin mengambil SKS ke atas ( Nyodok Mata Kuliah yang diatas ).
Hal ini salah satunya bisa disebabkan karena kurangnya komunikasi antara Mahasiswa dengan PA terkait. Untuk itu saya ingin memberi Sedikit TIPS dalam pengambilan SP ini agar kita tidak salah langkah dalam pengambilan keputusan.

Tipsnya yaitu, sebelum mengambil SP ( Semester Pendek ) ada baiknya kita konsultasi dengan PA terlebih dahulu, mintalah pendapat PA “ Pa / Bu, Jika saya mengambil SP matakuliah ini, apa disemester ganjil nanti saya bisa mengambil matakuliah yang diatasnya? “
Kadang tiap PA memiliki penilaian sendiri terhada mahasiswanya dan memiliki kebijakan – kebijakan yang berbeda dengan PA yang lainnya.Sayang juga kan ketika kita sudah mengambil SP,dengan tujuan di semester ganjilnya bisa nyodok mata kuliah keatas, Eh..ternyata malah tidak diizinkan untuk nyodok. So, Hilanglah sudah uang yang sudah dibayarkan untuk SP ( untuk program ekstensi seperti saya 1 sks nya Rp.450rb….wooow). So dalam hal ini sepertinya “Komunikasi” menjadi hal non teknis yang sangat – sangat penting.

Ini Juga merupakan salah satu pengalaman saya, saya sudah mengambil 8 SKS pada SP sebelum memasuki semester 3 ( 2 sks buat perbaikan, 6 sks ngambil mata kuliah di semester 3) dengan tujuan sisa 6 sks yang kosong disemester 3 setelah SP, bisa ngambil mata kuliah keatas( Semester 5 ) namun ternyata saya hanya diizinkan untuk mengambil 3 sks saja , so..untuk semester 3 ini ada 3 sks dari 15 sks yangdiizinkan yang kosong tak terisi mata kuliah. Kalo saya sih aga kecewa juga, karena uang Rp.1.350.000 (Rp.450rb x 3 sks) tidak sedikit buat saya. Uang segitu mungkin bisa digunakan untuk bayar kosan saya 4 bulan kurang ^_^ . Tapi itu juga karena saya Loss Contact dengan PA saya sendiri, “Nasi Sudah Menjadi Bubur”. So…sekali lagi “Komunikasi” menjadi hal non teknis yang sangat – sangat penting

Yaahh..Mungkin segini saja TIPS yang bisa saya berikan, maaf bila ada kesalahan kata yang bisa membuat tersinggung para pembaca. Saya hanya ingin berbagi pengalaman saja.

Kesalahan bisa datang dari saya namun Kebenaran Selalu datang dari Tuhan.

Wassalam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar